Yang
ku ingat awalnya biasa saja, tapi perlahan semuanya nampak tak biasa. Perasaan
yang terlalu kuat mengikat membuat mata ini tak sanggup terkejap. Bisakah
sekali lagi aku melihat foto itu untuk bisa mengingat seperti apa diriku saat
aku masih memiliki kekuatan. Hidup yang begitu saja terlewat, terjejaki oleh
jejak yang tak pasti yang tak bisa lagi diungkap oleh teori. Praktek yang
berjalan tanpa teori yang dengan hebatnya melahirkan keajaiban langkah tanpa
landasan apapun. Waktu yang berputar terus menerus tanpa peduli dengan apa yang
sedang terjadi. Karena jalan ini ada maka akan ada yang menempuhnya, meski tak
pasti nantinya jelas aka nada ujung akhir dari segalanya. Yang terasa tak
selamanya harus diungkap dan selama perasaan itu ada maka nikmatilah sebelum
waktu yang tergantung di atas ubun-ubun menjadi terhenti dan kita pun hanya
bisa menyesalinya. Semua apapun itu yang telah terjadi biarpun itu buruk
ataupun baik, itulah hal terbaik yang dianugerahkan Tuhan kepada semua umatnya.
Tak perlu merasa malu apalagi ragu hanya untuk mengakui, disini kita bisa bebas
terbuka.
Batasan
yang selalu saja tak terlihat tiap saat aku berusaha untuk memisahkan yang ada,
tapi semuanya sama saja. Saat kapan ketika aku boleh menyebut mu lebih dari
sekedar hal spesial dan paling utama dalam hidup ku. Aku merindukan sentuhan
yang selalu kau beri. Sentuhan mengerti dan selalu ada untuk bisa menghilangkan
jenuh yang kau tahu sendiri semuanya tak kan sama. Hadirkan aku dalam mimpi mu
dan jadikan aku yang terindah dalam hidup mu. Izinkan aku bisa bersama mu lebih
lama dan semua kan terasa seperti terulang kembali. Beri aku jalan untuk
menyusuri hati mu. Perasaan ini begitu berarti hingga tertuntun menuju tempat
terindah dalam hati mu. Perasaan ini begitu berarti hingga akhirnya nanti
tertinggal pada tempat yang abadi. Beri aku kekuatan jika memang kita tak akan
bisa berjalan pada jalan yang sama. Berikan aku cahaya yang sempat ku titipkan
pada mu. Diri mu berarti walau waktu ini terasa semakin lama berjalan. Cita ku
tak hanya satu dan bagian dari itu kan tetap ku titipkan pada mu.
Esok
bukan lah hal pasti mengingat kini tak juga bisa member kata tidak untuk
keraguan. Yang ku tulis tak selamanya adalah hal yang ku ingin, tapi nanti ku
harap semua bisa ku atasi.
Kita
lahir dari perbedaan yang sama dan dalam gelap yang sama kita dipertemukan.
Jadilah pada saat itu awal jejak kita berdua dalam harmoni music langkah hidup
kita. Melalui perbedaan dengan duri siksaan yang ku biarkan tertancap hampir
diseluruh permukaan tubuh ku. Biarlah. Itu hanya bisa melukai raga ku, bukan
hati ku. Hal yang ku harap memang selalu seperti itu. Lebih baik kau sakiti
raga ku, jangan batin ku! Hingga akhirnya aku sadar, sakit batin berawal dari
luka raga yang merambat hingga menyentuh batin. Jalinan yang berusaha aku
rapatkan, serta tali yang berusaha aku ikatkan dengan kuatnya. Percuma. Kini
semua terasa sia-sia. Lihat mata ini yang tak hentinya menitikkan air mata yang
bertanda betapa perihnya hati yang diselimuti luka yang tak bisa terobati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar