Halaman

Minggu, 10 Februari 2013

Cemburu? (Jelas!) Punya hak? (Tidak)


Saya mencoba untuk tidak memandang dengan sebelah mata, saya memandang dengan dua mata. Sial! Yang saya lihat justru semakin nyata adanya. Hati siapa yang tak sakit bilamana melihat orang yang dia cintai lebih dekat dengan orang lain dari pada dengan dirinya sendiri? tunjukan kepada saya cukup sepasang, yaitu satu pria dan satu wanita. Yakin kan aku bahwa mereka tak cemburu dan tak peduli dengan orang yang mereka cintai lebih dekat dengan lawan jenis yang lain. Berikan aku alasan yang cukup mengapa mereka yang mencintai jadi tak peduli?
Tuhan, aku benar mencintai dia dengan segala kekurangannya. Pantaskah aku yang hina ini untuk bisa berharap bahwa dia yang sempurna itu kan menjadi milik ku selamanya? Berikan aku petunjuk dan kepastian tentangnya.
Jujur saya memang cukup lelah dan tersiksa atas sikapnya. Tapi rasa cinta ini membuat saya buta akan perasaan hati dan batin saya sendiri. Entah cinta itu tumbuh dimana dan dari mana asalnya. Rasa bahagia jelaslah selalu terasa disetiap saya merasakan cinta yang tulus yang selalu saya beri kepada dia, sekalipun itu tidak dihargai. Saya benar mencintai dan menyangi, tapi entah mengapa wujud dari semua itu justru membuat dia geram dan jengkel kepada saya. Saya tak tau lagi harus berbuat apa dan bagaimana. Dalam keyakinan saya hanya ingin dia selalu ada di dunia kecil yang Tuhan berikan kepada saya karena menjadi bagian kecil ciptaannya. Apa dia terlalu besar dan special? Hingga untuk tetap berada di dunia kecil yang saya miliki inni ia tak sudi? Ah, ternyata saya memang terlalu berharap. Kesakitan yang selalu saya rasakan memang tak pernah ada nilainya. Saya tidak tau bagaimana lagi caranya untuk menahan dia. Saya mencintainya, sangat menyayanginya. Andai dia tau tentang perasaan ini, sudikah ia untuk selalu dalam dunia kecil yang Tuhan berikan ini?

#I Love You Anymore

Kamis, 07 Februari 2013

TUAN


Aku selalu miliki lagu indah yang disetiap ku berada tanpa hadirmu atau sekedar tau keadaan mu. Tak ada yang pernah mendengarnya memang, bahkan untuk ku sendiri terlalu sulit karena lagu ku ini teralu sulit tuk dijelaskan. Bahkan kisah yang ku agungkan ini terlalu sempurna untuk diceritakan pada setiap pasang telinga yang ingin tau. Cerita ini begitu sempurna kurasa, belum pernah aku merasa sebahagia ini apa lagi menjadi salah satu tokoh utama dalam cerita yang selalu ku anggap sempurna. Sempurna di mata ku dan siapapun yang tau. Aku bahagia, sangat bahagia dan teramat berbahagia. Walau mungkin aku tau bahwa aku akan merasakan kisah ini sendiri tanpa tokoh lawan ku yang seharusnya menjadi pelengkap setiap jalan episode dalam cerita ini. Sulit memang, tapi aku harus tetap memainkan peran ku walau itu adalah sebuah pengkhianatan untuk hati ku sendiri dan rasanya pasti tak kan semudah yang dipikirkan. Aku akan menjalankan peran yang seharusnya dilakukan oleh dua orang yang akan sempurna, tapi harus ku jalankan seorang diri tanpa hadirnya lawan peran ku.
“Tuan tau? Betapa saya begitu menginginkan tuan untuk menjadi milik saya, menemani saya sepanjang hari, melindungi saya, kita tertawa bersama, selalu bergandengan, berpelukan dan berciuman. Tuan begitu sempurna di mata saya. Sudah lama sebenarnya saya menginginkan seseorang yang seperti tuan yang mau untuk memiliki dan dimiliki oleh saya, sekarang tuan hadir menjawab semua ini. Tuan menyatakan apa yang tak pernah bisa saya pikirkan dan bayangkan bahwa tuan menyatakan hal yang sudah lama saya harapkan dari tuan. Awalnya tuan membuat saya ragu, hingga rasa ini saya rasakan sebagai paksaan dan atas apa yang telah tuan lakukan pada saya, saya menjadi tunduk dan takhluk kepada tuan. Sungguh sampai detik ini saya masih meragukan perasaan tuan kepada saya, saya takut tuan seperti sahabat tuan yang pada akhirnya menyesal karena melakukan kesalahan besar di masa hidupnya untuk membuat cerita bersama saya. Tuan, betapa saya merindukan tuan. Di setiap nafas yang saya hembuskan tak pernah sedikit pun saya melupakan tuan. Tuan begitu berharga untuk saya saat ini dan sejak dulu hingga nanti, saat nafas terakhir saya hembuskan. Saya tau saya lancang untuk berani bermain-main dengan tuan saya sendiri, tapi ini bukan main-main karena saya sangat menginginkan hal serupa, hal yang dianggap perlu dalam hidup. Hidup bersama dengan orang yang dicinta. Begitu berartinya tuan hingga saya rela melakukan apapun karena tuan dan untuk tuan. Berpikir rasional pun saya rasa tak bisa, tuan telah memenuhi seluruh bagian tubuh saya yang bukan hanya otak tetapi juga hati, ginjal, jantung bahkan disetiap aliran darah yang melalui setiap pembuluh yang ada pada tubuh saya ini.”
Betapa aku mencintai mu hingga aku tak tau bagaimana cara mengungkapkan itu, hingga mungkin akhirnya aku akan terlambat. Terlambat untuk menyatakan dan kau akan bersama yang lain di singgasana terindah mu. Hingga akhirnya aku hanya akan memilih kematian agar aku tak akan merasakan lagi kehilangan atas diri mu.

Cinta yang tak bisa dimengerti


Cinta, ntah apa artinya dan bagaimana wujudnya yang mampu membutakan segala yang ada, yang mampu melumpuhkan segala yang bisa. Tak bisa diterjemahkan dalam bahasa apapun dan tak bisa dijelaskan dengan ilmu apapun. Itu hanya kiasan belaka yang mampu membelenggu setiap manusia yang mulai dan telah terpengaruh olehnya. Seolah mata batin pun tak mampu melihat hal yang dikatakan ada namun sebenarnya tak ada dalam kenyataan. Bagaimana cara untuk menjelaskan 5 huruf yang dirangkai menjadi satu hingga begitu mendunia sampai Raja Neptunus pun ikut merasakan perasaan yang dinamakan “cinta”. Dewa Zeus pun ternyata tak kalah lemahnya dengan Raja Neptunus untuk ikut merasakan “cinta” hingga akhirnya Hercules pun lahir menjadi pangeran yang diagungkan. Tak kalah mengejutkan, seorang Dewa seperti Hercules pun bahkan sampai dibutakan karena “cinta” dengan seorang gadis manusia yang padahal gadis itu telah berusaha membunuhnya dan hingga akhirnya ia sempat memilih menjadi manusia daripada menjadi dewa demi rasa “cinta” nya kepada gadis manusia tersebut. Lain cerita lagi dari dunia film barat, film romantis yang cukup banyak mempunyai penggemar di seluruh dunia tak terkecuali saya, “TWILIGHT”.  Film yang menceritakan kisah seorang vampire dan gadis manusia yang saling mencintai saat kali pertama mereka bertemu, siapa lagi jika bukan Edward Cullen dan Bella Swan. Edward yang begitu dingin dan perkataannya yang seolah datang dari masa yang berbeda. Lain halnya dengan Bella yang selalu ingin mengetahui kebenaran dan berusaha mencarinya seorang diri. Kehangatan yang begitu romantis setiap kali mereka bersama dan disetiap adegan kissing meraka yang begitu mesra. Pernah mempraktekannya? Ya, ku rasa aku pernah. Maaf, mungkin aku memberi pengaruh buruk. Begitu indahnya kebersamaan antara Edward dan Bella dan juga cinta mereka yang terlarang di keduanya yang bukan makhluk yang sama. Begitu besarnya rasa cinta Bella kepada Edward hingga ia selalu meminta Edward untuk merubahnya menjadi bangsa sepertinya (vampire). Jika dipikir, sebodoh itu kah Bella hingga harus merelakan dirinya menjadi salah satu predator berbahaya di dunia yang bisa melenyapkan setiap jiwa dengan mudahnya. Apa Bella sudah tak mempunyai akal sehat untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk? Begitulah besarnya pengaruh cinta yang bahkan bisa saja lebih berbahaya dari jenis narkoba apa pun yang ada di dunia ini.
Cinta yang merasuki setiap jiwa manusia membuatnya rela melakukan hal apa pun demi rasa cintanya. Bahkan pada Tuhan pun mereka bisa lupa. Ntah racun apa yang diciptkan oleh cinta hingga manusia bisa menjadi segila itu dan serendah itu karena cinta.
Sekarang ku akui bahwa aku pun merasa demikian. Cinta yang awalnya tak bisa ku biyarkan dan ku kubur dengan terlalu mudah untuk tak ku akui. Pada saatnya aku harus akui itu dan hingganya cinta itu terpaksa. Kini cinta itu memaksa ku untuk di akui dan berkuasa atas hidup ku. Kini cinta yang ada dalam diri ku semakin menjerat hati, pikiran, jiwa, jantung, tenaga, dan seluruh hidup ku. Cinta membuat ku semakin tak tentu arah, hingga alasan terakhir yang ku miliki untuk terhindar dari cinta adalah kematian. Semudah itu kah untuk menjemput kematian ku sendiri? Aku tak mengerti apa yang diinginkan cinta.