Saya mencoba untuk tidak memandang dengan sebelah
mata, saya memandang dengan dua mata. Sial! Yang saya lihat justru semakin
nyata adanya. Hati siapa yang tak sakit bilamana melihat orang yang dia cintai
lebih dekat dengan orang lain dari pada dengan dirinya sendiri? tunjukan kepada
saya cukup sepasang, yaitu satu pria dan satu wanita. Yakin kan aku bahwa mereka
tak cemburu dan tak peduli dengan orang yang mereka cintai lebih dekat dengan
lawan jenis yang lain. Berikan aku alasan yang cukup mengapa mereka yang
mencintai jadi tak peduli?
Tuhan, aku benar mencintai dia dengan segala
kekurangannya. Pantaskah aku yang hina ini untuk bisa berharap bahwa dia yang
sempurna itu kan menjadi milik ku selamanya? Berikan aku petunjuk dan kepastian
tentangnya.
Jujur saya memang cukup lelah dan tersiksa atas
sikapnya. Tapi rasa cinta ini membuat saya buta akan perasaan hati dan batin
saya sendiri. Entah cinta itu tumbuh dimana dan dari mana asalnya. Rasa bahagia
jelaslah selalu terasa disetiap saya merasakan cinta yang tulus yang selalu
saya beri kepada dia, sekalipun itu tidak dihargai. Saya benar mencintai dan
menyangi, tapi entah mengapa wujud dari semua itu justru membuat dia geram dan
jengkel kepada saya. Saya tak tau lagi harus berbuat apa dan bagaimana. Dalam
keyakinan saya hanya ingin dia selalu ada di dunia kecil yang Tuhan berikan
kepada saya karena menjadi bagian kecil ciptaannya. Apa dia terlalu besar dan special?
Hingga untuk tetap berada di dunia kecil yang saya miliki inni ia tak sudi? Ah,
ternyata saya memang terlalu berharap. Kesakitan yang selalu saya rasakan
memang tak pernah ada nilainya. Saya tidak tau bagaimana lagi caranya untuk
menahan dia. Saya mencintainya, sangat menyayanginya. Andai dia tau tentang
perasaan ini, sudikah ia untuk selalu dalam dunia kecil yang Tuhan berikan ini?
#I Love You Anymore