Halaman

Senin, 18 Maret 2013

Kematian


Saat dimana seseorang sudah tidak  bisa lagi berkomunikasi dengan alam fana yang disebut nyata ini maka saat itulah mereka disebut meninggal dunia. Karena kehendak-Nya dan tugas yang harus dilakukan oleh Sang Malaikat Kematian mereka harus bisa menerima takdir untuk tidak ada lagi di dunia fana ini. Dunia penuh akan keajaiban dan tantangan, bagi mereka yang bertahan haruslah bisa berbuat terus lebih baik agar terciptanya keseimbangan di tengah guncangan yang mencekam. Para ahli mengatakan dunia ini sudah tua, dari berbagai macam penelitian dan teori akan alam semesta semua berpendapat serupa bahwa dunia kita sudah tua. Tapi permasalahan yang ingin aku katakan tidaklah sepenuhnya tentang alam melainkan tentang kematian yang berarti meninggalkan alam yang indah ini.
Tentu semua tau bahwa kematian adalah hal yang ditunggu-tunggu bagi seseorang yang telah jenuh dengan segala macam problemadan dilema dalam hidup dan kematian juga adalah hal yang sangat ditakuti untuk sebagian orang karena takut akan kesakitan dan hal yang pasti akan ditinggalkan didunia fana ini.Sesungguhnya untuk apa hidup bila takut akan mati? Sesuatu pasti akan ada awalnya dan pasti akan ada akhirnya. Tak mungkin tak ada penyebab kertas terbakar jika tak ada yang menyalakan api. Semua pasti berawal dan akan berakhir pada saatnya nanti. Tak ada yang perlu ditakuti untuk melakukan sesuatu yang telah terjadi, hanya perlu bertanggung jawabatas apa yang telah terjadi.
Kematian hanya sederat huruf yang terangkai begitu saja dan membuat beberapa orang fobia dengan kata itu. Ntahlah mengapa mereka sedemikian takut hingga tak ingin mendengar kata-kata itu. Sesungguhnya aku juga tak ubahnya mereka yang terkadang takut dan juga terlalu senang. Kematian seharusnya tidak menjadi sesuatu yang ditakuti karena dalam setiap peristiwa pastilah ada sisi baik yang terselip di dalamnya dan harus menjadi pelajaran bagi banyak orang. Kematian tak selamnya menjadi suatu hal yang buruk dan ditakuti, lihat bagaimana sesungguhnya kematian adalah sesuatu yang indah. Anda tentu mempunyai seorang nenek yang tentunya sudah lanjut usia, anda begitu mencintainya dan tak ingin kematian membawanya pergi dari kehidupan kalian. Bukalah pikiran anda sekarang, anda membiarkan nenek anda usianya semakin berlanjut hingga 1 abad atau bahkan anda menginginkan lebih dari itu. Bayangkan bagaimana rentanya nenek anda dalam usia yang begitu tua. Bukankah ia akan semakin membungkuk? Bukankah ia akan menjadi lemah dan melupakan sebagian memori dalam hidupnya? Bagaimana jika ia sampai melupakan anda? Apa yang akan anda rasakan? Mungkinkah anda akan mengutuk nenek anda sendiri yang tadinya anda harapkan terus hidup dan menemani anda? Sungguh betapa jahatnya anda. Cukup saya tak ingin berdebat dengan anda apalagi menimbulkan masalah.
Yang saya maksud dari hal yang telah saya katakan adalah kita semua termasuk saya dan anda sesungguhnya tak perlu menakuti kematian melainkan anda harusnya bersyukur, kematian juga bisa membuat dunia ini tak menjadi lebih sempit dan tentunya akan meninggalkan tempat untuk keturunan kita semua di masa yang akan datang. Hidup adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada kita, selayaknya kematian pun juga harusnya kita maknai demikian. Semua hal di dunia ini pastilah telah diperhitungkan dengan amat sempurna oleh Tuhan hingga kehidupan dan kematian itu berjalan dengan semestinya. Bukan tak mungkin jika akan ada sesuatu yang buruk terjadi jika pada awalnya ada sesuatu yang tak pada jalurnya. Akan ada hal yang menejutkan di masa-masa keemasan anda. Tak perlu merasa kecil di dunia yang kecil ini. Anda bisa melakukan apa saja tapi ingat masih ada yang akan selalu mengawasi anda. Saya  tak ubahnya anda yang selalu butuh pengakuan, tapi cobalah untuk menghargai setiap karya atau ungkapan orang lain meski tak ada yang tau bahwa anda melakukan hal baik tapi di atas sana akan ada yang selalu mencatat setiap perbuatan anda. Teruslah hidu dan menjadi yang terbaik meski akan ada kematian yang menunggu anda di depan sana maka cobalah terus berbuat baik selama anda menyusuri jalan kehidupan ini maka niscaya kebahagiaan Moksa akan anda jempai di ujung jalan sana.
C'est la vie

Sabtu, 16 Maret 2013

As you wish


Awal langkah menuju perubahanku untuk ke depan. Lewati rintangan yang ku tau tak lah semudah yang dibayangkan. Kini aku tersadar aku tersesat menuju jalan perubahan ku. Luka masa lalu terlalulah menjerat ku. Mencoba menarik-narik lirik hidup ku yang telah kunyanyikan sebelumnya. Ternyata percuma. Tak sedikit pun diantara itu yang membuatku tak menangis. Langkah ku kian melemah, terlebih saat ku sadari bahwa ternyata aku sendiri. Aku berbalik, tak ada siapapun. Hanya bayang-bayang masa lalu dan samar-samar ku lihat mereka yang tidak terlalu memperdulikanku. Ku palingkan wajahku ke arah samping, ku lihat sesosok berdiri mendekat dengan ku. Kau.. sosok yang cukup lama aku nanti dan akhirnya kembali juga, disisiku. Ku coba dekati dirimu, dan kau mencoba membimbing ku. Bersama kita melewati arah jalan kehidupan ini. Dan aku tersadar, kau tak sepenuhnya nyata dan terasa amat maya. Sentuhan mu begitu dingin terasa, bahkan sosokmu terasa kabur dalam bayang bentuk pada retina kedua mata ku. Ku tatap lagi sosok mu lebih dalam. Entah apa ini, ku rasakan sesuatu yang lain.
Kau memang sosok yang aku damba cukup lama. Dan aku tau itu, kau begitulah teramat sangat berarti. Yah, aku tak pernah lupa bahwa dahulu kaulah pengisi hari-hari ku. Hari-hari ku yang kelam, gelap, sepi, dan menyedihkan untuk diingat.
Dulu kita begitu dekat, hingga kini ku rasa dan semakin erat. Senyummu ku lihat semakin tulus untuk terus menyayangi ku. Batas waktu ku ternyata habis, harus ada yang ku akui atas semua ini. Ya, aku menginginkan sesuatu dari mu dan aku tau itu, hal menakutkan yang sesungguhnya tak pernah ingin ku rasakan lagi hingga jauh nanti. Tapi kau? membuat ku untuk mengakuinya. Aku bersama waktu ku masihlah tetap bernyanyi. Lagu ku, tersesat bersama dalam jiwa ku.
Hari itu ketika bersama, di sudut keramaian kita memisah menjadi setitik embun. Kau dan aku bernyanyi bersama lagu rindu dan kasih sayang yang selama ini terpendam. Dalam pelukan yang ku rasa hangat, dapat aku rasakan detak jantungmu. Berdegup kencang yang ku rasa aneh dan lucu ku rasa. Kau yang selama ini ku rasa takut untuk sekedar menyentuhku, kini ada dalam peluk ku dan mendekapku erat. Dapat ku hirup hawa tubuh mu, nyaman yang selalu ku rasa. Ku tatap wajah mu untuk yang kesekian kalinya, kau beranikan diri untuk mengecup bibir ku. Kita bersama jatuh dalam lubang yang sama, dan aku rasa aku tau bahwa itu keliru. Ku kira kita mencoba keluar dari kekeliruan yang kita buat tapi tidak, kita semakin jatuh dan terlalu dalam. Hingga akhirnya kau lebih dulu mengakui itu. CINTA. Yang kau ucap bukanlah hal yang selalu aku harap tapi ternyata itulah hal yang sama yang harus ku akui. Cinta terlarang kita harus kita jaga hingga batas waktunya. Aku tau ini tak mungkin dan mustahil rasanya tapi aku jaga menginginkannya. Ingin untuk menjadi milik mu dan memiliki mu dan teus bersama mu hingga batas waktu ku. Aku memanglah tidak sempurna dan terlalu jauh buruknya tapi aku tak ingin putus berharap. Bersama mu yang ku harap dan terus berada di samping mu. Menjadi yang kau mau dan terus membuat mu tersenyum. Mengikuti setiap langkah hidup mu, beriringan kita lalui bersama alur hidup ini menuju satu harapan kebahagiaan kita hingga batas akhir waktu kita, kita tersenyum di hari senja kita. Dan aku teramat bahagia telah menjadi seperti yang kau inginkan.

Kamis, 07 Maret 2013

IN 2


Itu yang ku sebut cinta dan kasih sayang, sebagai saudara dan kekasih. Itu yang aku sebut tangisan, untuk dia yang ku cintai dan aku kasihi. Dalam dua dunia yang berbada dimana batas langit dan bumi nampak dengan jelas, disanalah kita bertemu dan memulai cerita baru. Dalam batasan yang aku sendiri pun tau, terpaksa aku jalani demi mimpi yang ku rasa sudah ada di depan mata menggapai langit. Ku tatap langit yang cerah, kekosongan batin ku kini dipenuhi oleh sang langit yang memenuhi seluruh alam sadar dan bawah sadar ku. Ku dapati ia berada di atas ku dalam perbedaan nyata dimana tak ada kemungkinan untuk langit dan bumi bisa bersatu bahkan di batas penghujung titik temu keduanya.
Dalam dua perbedaan ku temukan sebuah jawaban kalian tak akan pernah menyatu. Aku mengernyit mencoba berpaling untuk pernyataan yang memberatkan. Aku menatap langit tidak, kita akan terus bersama begitu katanya. Aku yakin dengan katanya, dalam batas ini pun aku masih bisa melihat bayang wajahnya. Dalam canda kami terus bisa tertawa menikmati kehangatan kebersamaan. Ujung yang ku tau mungkinlah buruk dimana tak kan ada lagi cerita antara langit dan bumi yang bisa bersatu. Penyesalan tentulah ada akan hadirnya cerita bahwa di ujung dunia akan ada tempat dimana langit dan bumi akan bersatu. Nyatanya? yang ku lihat tak ada benarnya. Kami berdua seolah terlahir dari air dan api yang tak akan mungkin pernah bisa menyatu dalam titik temu yang ku sebut itu batasan akhir cerita. Kami seperti hitam dan putih dimana akan nampak jelas perbedaan diantara keduanya. Tak seperti titik sudut yang membentuk suatu lingkaran dimana pada setiap segi tak nampak adanya batasan. Ironi ku rasa, dimana siang dan malam tak mungkin hadir bersama di satu tempat dan satu waktu. Itu jelas hal yang mustahil, dimana perbedaan yang kontras akan jelas terlihat. Dia sendiri pun terus mencoba untuk berlari dari kenyataan pahit diantara kami ini. Aku menangis dalam tangis hening ku, mencoba untuk tegar dan melawan. Dimana yang aku temui tak ada satu orang pun yang akan mengerti. Tak ada orang lain yang bisa mengerti dirimu selain dirimu sendiri. Aku ingat kata-kata itu disaat aku meminta untuk dimengerti dan dipahami dan hasilnya nihil. Aku terlempar sendiri dalam kekosongan yang begitu menyiksa. Begitu agungnya sang langit hingga aku tak bisa meraihnya atau sekedar menggapainya. Indah, ku rasakan perasaan ini semakin indah saat sentuhan lembut yang penuh akan kasih sayang dan kepedulian untuk pertama kali menyentuh setiap bagian indra peraba ku. Aku terdiam menikmati dan meresapi setiap sentuhan yang ku rasa adalah wujud kasih sayang hingga batasnya kami temukan kebahagiaan.

Minggu, 03 Maret 2013

Kesalahan Bahagia


        Sebut ia Qinta, gadis riang yang berlebihan dan mencoba untuk dewasa. Dalam hidupnya selalu penuh ambisi dan tekanan yang membuatnya kerap kali untuk berhenti dalam perjalanan menuju tujuan hidupnya, kebahagiaan. Qinta bukanlah gadis kaya yang molek dan suka berhias diri. Tampilan yang simple dan berkesan sederhana itulah yang ia suka. Mudah jatuh cinta atau lebih tepatnya menghargai apa yang ada pada setiap orang. Mudah jatuh cinta kepada sesuatu dan siapa pun karena baginya semua hal di dunia ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Tak ada yang buruk, semuanya sempurna dimana sempurna baginya adalah kelengkapan dimana ada sisi negatif dan sisi positif yang hasilnya adalah 0 yang baginya adalah bilangan netral yang bentuknya sempurna.
        Sosok tampan dan berwibawa dimana lebih tepatnya bersahaja dan menawan begitu hebat dan mengesankan disetiap langkah yang dia ambil, sebuat dia Fil. Karakter yang unik dan cerdas sangat cocok untuk mendeskripsikannya. Tutur katanya yang terbilang aneh untuk kebanyakan orang yang tak dekat dengannya membuatnya sedemikian bermakna ketika hadir dalam setiap saat-saat istimewa. Dia yang membuat dirinya sedemikian unik dan tak mudah untuk ditiru apalagi dijelaskan. Tapi tidak dengan Qinta yang tak mudah menyerah untuk selalu mendekati Fil.
        "Fil, apa kau mau pergi dengan ku sore ini untuk berjalan-jalan? Aku merasa bosan di rumah untuk beberapa saat ini. Aku ingin merasakan udara bebas di pusat kota bersama mu."
        Fil diam untuk beberapa saat memikirkan kalimat yang sekiranya pantas untuk dia katakan untuk membalas pernyataan Qinta di ujung sana.
        "mm maafkan aku Qinta, aku tidak berniat untuk keluar sore ini. Maafkan aku."
        Qinta sedikit mengernyit namun tak mudah untuk menyerah, "oh ayolah Fil, hanya beberapa saat. Itu tak akan menyita waktu mu cukup lama. Hanya berjalan-jalan sebentar lalu kita bersinggah di kedai ice cream. Kau pasti menyukainya."
        "Maafkan aku Qinta, aku tak bisa", Fil tetap pada pendiriannya untuk menolak,
        "Ayolah Fil, aku janji tidak akan membuat mu kecewa seperti hari-hari sebelumnya. Lagi pula bukan kah kau ingin memeluk ku? Kau tidak lupa kan?", Qinta baru teringat akan satu hal keinginan Fil yang belum terwujud.
        "Tentu aku ingat, tapi, oh baiklah kau menang lagi untuk merayu ku", Fil tersenyum tipis akan kekalahannya.
        "Great! Kau tak bisa mengalahkan ku. Aku tunggu kau di taman kota sore ini dan jangan membuat ku ingin memakan mu dengan gaya berkendara mu yang lebih buruk dari seekor siput", geram Qinta dari ujung mengancam.
        "Hahaha sejak kapan siput bisa berkendara? Pagi ini aku tak melihat ada berita yang mengabarkan siput berkendara di jalan", Fil tersenyum simpul membuat Qinta semakin geram.
        Tentu dan pasti Qinta geram dibalas seperti itu oleh Fil, "Excellent! akan ku biyarkan kau berceloteh untuk saat ini. Aku akan bersiap-siap dan ku harap kau juga" Qinta langsung memutus sambungan untuk mencegah pernyataan Fil yang hebat berdengung lagi di kepalanya.
        Sudah dapat ia tebak bahwa Qinta pasti akan memutuskan sambungan, dan sebagaimana amanat terakhir Fil langsung bersiap-siap.

        Sore ini di taman kota sudah berjajar sepasang remaja yang bercengkrama ria membahas liburan esok yang tinggal menghitung hari.
        "kau akan berlibur kemana liburan ini Fil? Apa ada rencana keluarga untuk pulang ke kampung halaman?"
        "mm kurasa tidak, bagaimana dengan mu?"
        "tentu tidak juga, orang tua ku pasti akan meminta ku untuk berlibur disini. Itu sangat membosankan hanya berdiam diri di rumah tanpa sesuatu yang baru", Qinta mulai memasang wajah sedih.
        "hey, i'm here. Why you not feel me in your side?", Fil kelihatannya ingin mengubah wajah Qinta yang murung itu.
        "yes, i'm feel you beside me. Do you want to do something else?", Qinta mencoba untuk memberikan kode kepada Fil.
        Fil mengernyitbingung mencoba mencari maksud dari yang dikatakan Qinta, "ouh yes, i really want do it."
        Fill langsung merentangkan tangannya memeluk Qinta dengan erat hingga Qinta merasa ingin terjatuh.
        "oh look, now i'm close to you. Do you feel something? As you wish tomorrow in the night."
        "yes and of course i feel it. So big i think, but i really want something else", Fil berbalik memberi kode kepada Qinta dan Qinta hanya mengernyit tak tau apa yang di maksud oleh Fil.
        Keduanya terkunci dalam tatapan masing-masing saling menatap dalam keheningan, tepat saat Qinta ingin memalingkan wajah disaat itu pula Fil mengecup lembut bibir Qinta dengan mesra.
        Qinta terkejut dan akhirnya membiarkan Fil ddengan nafsunya menikmati setiap sudut bibirnya. Awalnya Qinta tak pernah memikirkan hal ini dan Fil jadi seliar ini berani untuk mencium bibirnya. Qinta tak berdaya dalam pelukan dan ciuman Fil yang begitu lembut dan terselip nafsu. Dalam batin Qinta kecewa mengapa Fil sedemikian tega melakukan itu padanya. Memang itu nikmat dan wajar jika mereka remaja yang normal tapi ini melanggar etika hingga berulang kali Fil menguasai bibirnya dengan penuh nafsu.
        Kesalahan yang mereka rasakan sebagai bahagia, karunia terindah yang mungkin hanya sekali mereka rasakan. Dlam buai cumbu dunia kan ku beri 1 arti, Janganlah menodai teman wanita mu bagaimana pun dekatnya diri mu dengan dia, dia juga mempunyai perasaan dan hak untuk dilindungi dan dikasihi tapi dengan cara yang benar bukan malah memanfaatkannya sebagi pemuas nafsu belaka yang bisa dengan mudah kau dapatkan. Ku harap kalian tau takdir wanita memang untuk menemani pria tapi wanita juga butuh perlindungan sebelum akhirnya menjadi milik seseorang yang bersungguh-sungguh akan melindungi dan menjaganya penuh cinta dan kasih sayang.
       

Kebahagiaan Terindah


Kau yang begitu besar dan menawan, selalu indah untuk dipandang dan teramat nyaman untuk selalu berdekatan.
Aku sebut itu cinta.
Disaat rasa yang sama melebur dalam satu wadah ketulusan dan keikhlasan. Aku selalu ikhlas member kepadamu. Sungguh karunia terindah yang bisa aku berikan kepadamu, wahai Raja hatiku.
Aku datang dari masa lalu dengan sentuhan magic (Tuhan) aku akan mengatur nafas ku untuk merasakan hirupan udara segar hanya bersama mu, Cinta tulus ku. Tak cukup untuk itu. Kau memeluk ku erat seolah tak ingin aku lepas atau terjatuh dari alam surga yang kau bawa. Aku beruntung menjadi penghuni surga indah mu. Kebabahagiaan terindah ku adalah saat-saat bersama mu. Bersama hembus nafas kehidupan mu, aku merasa hidup untuk selalu bersama mu.
Denyut nadi kehidupan ku semakin kuat, tak kala aku saat ada dalam dekapan hangat mu. Dunia terasa begitu indah. Serasa dunia hanya kau dan aku lah pemiliknya.
Oh Raja ku.. pengisi seluruh ruang dalam hati tulus ku, aku mencintai mu dengan seluruh jiwa yang ku miliki. Dengan perasaan cinta yang aku punya, aku selalu bahagia untuk mengatakan aku menyayangi mu. Sungguh, perasaan ini begitu erat menguasai hidup ku.
Kebahagiaan terindah ku adalah saat dimana aku selalu bisa bersama dalam damai dan kehangatan. Bersama dalam setiap hembusan nafas yang berarti bahwa aku selalu bahagia dalam hidup bersama mu.
Angan ku kembali terukir, bahwa tak selamanya raga ini kan berdiri kokoh mengingat deras waktu tak akan surut. Langkah ku mungkinlah belum terseok, tapi waktu dapat untuk bisa mengubah segalanya. Ku beri kau waktu untuk memahami ini. Kebahagiaan ku bukanlah saat indah ku bersama mu, tapi adalah saat dimana kita bersama dalam senyum tulus kebahagian menatap dunia dengan penuh ketulusan. Bahwa yang kita nyatakan adalah "Inilah kami, sepasang insan yang merasakan kebahagiaan disaat kami saling memiliki satu sama lain, adalah saat dimana kami selalu bersama tanpa harus ada yang tau, inilah kami yang terjebak dalam dunia fana dengan segala keindahannya, kami bangsa duniawi yang selalu memiliki dan mencari arti kehidupan, inilah kami, dan arti kebahgiaan kami."

DEPRESI


#Curhatan dari saudari ku Qhyiitx

Sudah lama saya bersama orang ini, tak cukup setahun bahkan 5 tahun, lebih dari itu saya sudah mengenalnya. Dan saya pun sudah cukup lama bersama orang ini. Mulai membaca perilaku dan sifatnya. Orang ini mempunyai karakter yang cukup sulit menurut saya, sulit untuk dibaca dan ditebak. Menurut saya orang ini istimewa. Menganggap dirinya sedemikian rupa istimewa dan membuat orang lain berpikir demikian pula. Di sudut matanya saya tau dia memiliki watak yang keras namun lembut dan penyabar. Saya sudah mencoba untuk semakin mendekat, hingga batas akhir saya bisa mendekatinya. Dia orang baik, cukup baik untuk bisa menerima orang lain tanpa memandang dari luar. Dia cukup tangguh untuk menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya. Saya kagum akan hal itu karena saya memang sangat menyukai tipe seperti itu. Saya cukup punya banyak teman dan rasanya hanya beberapa saja yang mempunyai sifat demikian. Saya memberanikan diri untuk terus terhanyut dalam setiap kehidupannya walaupun nyata saya tak benar-benar ada dalam setiap langkah atau dalam kehidupannya. Menyakitkan memang, tapi inilah bentuk ketulusan saya hingga tak terasa bahwa saya sudah diinjak-injak dan menjadi sangat teramat rendahan. Saya berusaha tegar menjalani kehidupan dengan biasa seolah tak ada duri-duri kecil dalam batin saya yang tak hentinya menusuk hingga hati saya mempunyai batas perekat yang mungkin saja bisa retak. Saya bersama keheningan dan kesunyian selalu lah untuk menangis. Bukan saja karena orang itu tapi karena jalan hidup yang rasanya tak henti membuat saya bingung dan tersesat. Rasanya hanya saya yang memiliki denah hidup yang begitu rumit. Hingga akhirnya untuk beberapa kali saya mencoba untuk mengakhirinya. Dihadapan Tuhan saya tak henti memohon petunjuk. Rasanya Tuhan memang mengijinkan saya untuk memutus jalan kehidupan yang benar adanya di mata Tuhan bahwa itu memanglah sudah berakhir hingga tak ada lagi jalan yang bisa saya lalui lagi kecuali menuju kepada-Nya.
Akhir-akhir ini saya punya banyak masalah. Sekolah, keluarga, teman, masa depan, dan 'dia'. 'Dia' cukup dengan kata ini saya tak pernah ingin menyebut namanya. Orang yang sudah lebih dari sekedar menyakiti bahkan menginjak-injak saya. Cukup rasanya pengorbanan yang sudah saya berikan dan dia hanya memandang sebelah mata bahkan tak sudi untuk memandang. Apa yang kurang? Segala yang dia ingin, segala yang dia mau, nafsu, ke-egoisan, memperbudak, penyiksaan, semua itu telah dia berikan dan saya cukup kuat hingga kini untuk menahannya. Apa yang kurang? Saya sudah seperti budak sampah yang tak ada nilainya sedikit pun. Lalu apa? Pernahkah ia mengerti bahwa saya mempunyai hati dan perasaan? Hati yang sedimikan terluka, batin yang sedimikan tersiksa, dan perasaan yang sedimikian hancur setiap saat hanya dengan memikirkannya. Mungkin hanya dengan kematian dia bisa merasakan kemenangan dan merasakan terbebas dari budak yang selama ini ia benci dan ia manfaatkan. Sudah, saya sudah sampai diakhir cerita hidup. Takut untuk mengakhiri dan takut untuk melanjutkan dan terus menatap ke depan. Andai akan ada 1 malaikat yang ikhlas untuk sekedar mendengar dan menemani kesendirian saya, mungkin saya bisa menjadi lebih tegar.
Untuk dia yang masih akan selalu saya cintai dan sayangi, ketahuilah bahwa diri ini sudah sedemikan tersiksa. Sulit untuk bangkit apalagi untuk membenahi diri. Kapan kelak uluran tangan mu yang seperti dulu kan menggantung di atas kedua mata ku yang menunggu untuk ku sambut. Aku merindukan mu lebih dari yang kau tau.