Sebut ia Qinta, gadis riang yang berlebihan dan mencoba untuk dewasa. Dalam hidupnya selalu penuh ambisi dan tekanan yang membuatnya kerap kali untuk berhenti dalam perjalanan menuju tujuan hidupnya, kebahagiaan. Qinta bukanlah gadis kaya yang molek dan suka berhias diri. Tampilan yang simple dan berkesan sederhana itulah yang ia suka. Mudah jatuh cinta atau lebih tepatnya menghargai apa yang ada pada setiap orang. Mudah jatuh cinta kepada sesuatu dan siapa pun karena baginya semua hal di dunia ini adalah keindahan yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Tak ada yang buruk, semuanya sempurna dimana sempurna baginya adalah kelengkapan dimana ada sisi negatif dan sisi positif yang hasilnya adalah 0 yang baginya adalah bilangan netral yang bentuknya sempurna.
Sosok tampan dan berwibawa dimana lebih tepatnya bersahaja dan menawan begitu hebat dan mengesankan disetiap langkah yang dia ambil, sebuat dia Fil. Karakter yang unik dan cerdas sangat cocok untuk mendeskripsikannya. Tutur katanya yang terbilang aneh untuk kebanyakan orang yang tak dekat dengannya membuatnya sedemikian bermakna ketika hadir dalam setiap saat-saat istimewa. Dia yang membuat dirinya sedemikian unik dan tak mudah untuk ditiru apalagi dijelaskan. Tapi tidak dengan Qinta yang tak mudah menyerah untuk selalu mendekati Fil.
"Fil, apa kau mau pergi dengan ku sore ini untuk berjalan-jalan? Aku merasa bosan di rumah untuk beberapa saat ini. Aku ingin merasakan udara bebas di pusat kota bersama mu."
Fil diam untuk beberapa saat memikirkan kalimat yang sekiranya pantas untuk dia katakan untuk membalas pernyataan Qinta di ujung sana.
"mm maafkan aku Qinta, aku tidak berniat untuk keluar sore ini. Maafkan aku."
Qinta sedikit mengernyit namun tak mudah untuk menyerah, "oh ayolah Fil, hanya beberapa saat. Itu tak akan menyita waktu mu cukup lama. Hanya berjalan-jalan sebentar lalu kita bersinggah di kedai ice cream. Kau pasti menyukainya."
"Maafkan aku Qinta, aku tak bisa", Fil tetap pada pendiriannya untuk menolak,
"Ayolah Fil, aku janji tidak akan membuat mu kecewa seperti hari-hari sebelumnya. Lagi pula bukan kah kau ingin memeluk ku? Kau tidak lupa kan?", Qinta baru teringat akan satu hal keinginan Fil yang belum terwujud.
"Tentu aku ingat, tapi, oh baiklah kau menang lagi untuk merayu ku", Fil tersenyum tipis akan kekalahannya.
"Great! Kau tak bisa mengalahkan ku. Aku tunggu kau di taman kota sore ini dan jangan membuat ku ingin memakan mu dengan gaya berkendara mu yang lebih buruk dari seekor siput", geram Qinta dari ujung mengancam.
"Hahaha sejak kapan siput bisa berkendara? Pagi ini aku tak melihat ada berita yang mengabarkan siput berkendara di jalan", Fil tersenyum simpul membuat Qinta semakin geram.
Tentu dan pasti Qinta geram dibalas seperti itu oleh Fil, "Excellent! akan ku biyarkan kau berceloteh untuk saat ini. Aku akan bersiap-siap dan ku harap kau juga" Qinta langsung memutus sambungan untuk mencegah pernyataan Fil yang hebat berdengung lagi di kepalanya.
Sudah dapat ia tebak bahwa Qinta pasti akan memutuskan sambungan, dan sebagaimana amanat terakhir Fil langsung bersiap-siap.
Sore ini di taman kota sudah berjajar sepasang remaja yang bercengkrama ria membahas liburan esok yang tinggal menghitung hari.
"kau akan berlibur kemana liburan ini Fil? Apa ada rencana keluarga untuk pulang ke kampung halaman?"
"mm kurasa tidak, bagaimana dengan mu?"
"tentu tidak juga, orang tua ku pasti akan meminta ku untuk berlibur disini. Itu sangat membosankan hanya berdiam diri di rumah tanpa sesuatu yang baru", Qinta mulai memasang wajah sedih.
"hey, i'm here. Why you not feel me in your side?", Fil kelihatannya ingin mengubah wajah Qinta yang murung itu.
"yes, i'm feel you beside me. Do you want to do something else?", Qinta mencoba untuk memberikan kode kepada Fil.
Fil mengernyitbingung mencoba mencari maksud dari yang dikatakan Qinta, "ouh yes, i really want do it."
Fill langsung merentangkan tangannya memeluk Qinta dengan erat hingga Qinta merasa ingin terjatuh.
"oh look, now i'm close to you. Do you feel something? As you wish tomorrow in the night."
"yes and of course i feel it. So big i think, but i really want something else", Fil berbalik memberi kode kepada Qinta dan Qinta hanya mengernyit tak tau apa yang di maksud oleh Fil.
Keduanya terkunci dalam tatapan masing-masing saling menatap dalam keheningan, tepat saat Qinta ingin memalingkan wajah disaat itu pula Fil mengecup lembut bibir Qinta dengan mesra.
Qinta terkejut dan akhirnya membiarkan Fil ddengan nafsunya menikmati setiap sudut bibirnya. Awalnya Qinta tak pernah memikirkan hal ini dan Fil jadi seliar ini berani untuk mencium bibirnya. Qinta tak berdaya dalam pelukan dan ciuman Fil yang begitu lembut dan terselip nafsu. Dalam batin Qinta kecewa mengapa Fil sedemikian tega melakukan itu padanya. Memang itu nikmat dan wajar jika mereka remaja yang normal tapi ini melanggar etika hingga berulang kali Fil menguasai bibirnya dengan penuh nafsu.
Kesalahan yang mereka rasakan sebagai bahagia, karunia terindah yang mungkin hanya sekali mereka rasakan. Dlam buai cumbu dunia kan ku beri 1 arti, Janganlah menodai teman wanita mu bagaimana pun dekatnya diri mu dengan dia, dia juga mempunyai perasaan dan hak untuk dilindungi dan dikasihi tapi dengan cara yang benar bukan malah memanfaatkannya sebagi pemuas nafsu belaka yang bisa dengan mudah kau dapatkan. Ku harap kalian tau takdir wanita memang untuk menemani pria tapi wanita juga butuh perlindungan sebelum akhirnya menjadi milik seseorang yang bersungguh-sungguh akan melindungi dan menjaganya penuh cinta dan kasih sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar