Halaman

Selasa, 02 April 2013

Jiwa yang Salah?


Yang dia tau hanya meminta dan memohon bantuan. Mencoba untuk selalu menjadi terpandang dan selalu dibutuhkan walau hanya untuk sekedar bercanda gurau. Menjadi indah, anggun, cerdas, dewasa, dan terlihat riang adalah tujuannya untuk ada dalam lingkup yang cukup untuk membuat semua mata memandangnya. Dia tak tau sesungguhya, disayangkan jika nyatanya dia hanya memandang sebelah mata dan tak menganggap. Sungguh payah berdiri disampingnya dan tak merasa dianggap ada disana. Lalu saat menjauh maka ia akan memaki dan mencibir, “pengkianat!”. Salah jika ingin menjauh saat nyatanya tak dianggap apalagi dibutuhkan? Lalu apa yang salah sebenarnya? Keberadaan jiwa yang selalu dipandang salah ini atau ini adalah kesalahan jiwa yang tak pernah menghiraukan satu jiwa yang selalu berusaha mendampinginya dalam keadaan apapun? Hebat! Sekarang aku dipersalahkan karena tak peduli. Hey! Sebenarnya siapa yang tak peduli dan tidak diperdulikan? Apa ini hanya sebuah dialog diantara orang-orang yang sama-sama buta?!!
Kata kita seperti sudah tak bermakna apapun. Kita yang selalu berarti aku dan kau atau saya dan kamu atau lo dan gue dan semua itu sudah tak bisa bermakna apapun, sedikitpun tak berbekas apa arti sebenarnya. Sebut satu kesalahan yang membuat ini semua semakin salah! Aku hanya berusaha ada, ada disamping mu, melindungi mu, memberi peringatan bahaya di depan yang mungkin saja akan kita lalui nanti, aku hanya berusaha lebih kuat dari mu untuk membuat mu bertahan, membuat mu tak perlu yang lain karena aku akan selalu ada saat kau membutuhkan ku kapan pun. Sampai kapan kau akan begini, menutup mata dan memberhentikan nurani mu yang seharusnya berjalan seiring ketulusan yang selalu aku berikan untuk mu. Jalan ini lebih berat dari sekedar gurun kering dimana dahaga selalu terasa dalam setiap gerakan langkah sekecil apapun. Karena sekecil apapun dan sebesar apa pun langkah ku untuk terus bersama mu tak akan membuat mu sadar akan jejak ku yang selalu tertinggal tepat berdampingan dengan jejak mu.