Saya
sudah lama disini, berteman dengan sepi dan dengan terpaksa mencintai apa yang
saya benci. Tanpa bisa lebih memahami dan mencari arti dari semua ini, saya
hanya bisa menangis ditengah kesendirian sepanjang tahun ini. Entah bagaimana caranya
saya mengungkapkan perasaan ini, kekecewaan yang begitu mendalam dan kesalahan
yang begitu rumit dan kesemuanya bersatu memenuhi tahun ini. Harusnya saya bisa
lebih bahagia dengan ketidak hadiran mu, tapi saya terlalu berharap kamu disini
untuk memperbaikinya. Sulit bahkan mustahil untuk seorang seperti saya berharap
kamu yang begitu berharga untuk hadir ditengah penderitaan gadis kecil yang
bermimpi ingin memiliki kebahagian. Benarkah saya salah untuk bisa memohon
kepada mu agar kamu mau menemani hidup saya dan menjadi pelangi indah dalam
jiwa kecil ini. Sulit, amat sulit. Mengertilah betapa saya menginginkan mu
lebih dari yang kamu tahu. Ketahuilah bahwa saya amat menyayangi mu lebih dari
sekedar kata yang bisa diungkap oleh bahasa. Rasa ini begitu menyesakkan hingga
tak lagi terungkap oleh kata dan bahasa apa pun. Perasaan yang tak bisa
disangkal dan tak juga bisa dilupakan membuat saya kian menjerit ingin berusaha
menepis tapi percuma. Jiwa yang termakan perasaan bersalah, “tak seharusnya
begini bermimpi begitu sakit dan mengharap sesuatu yang terlalui sulit!
Sadarlah bahwa dia tak bisa membuat kita bahagia!”. Jeritan batin dan jiwa yang
tak hentinya mengingatkan hati, tapi percuma karena semua telah terjadi. Saya
tak akan henti berharap hingga waktu itu beranjak dari alam tempat saya
diizinkan hidup. Yang saya tahu saya hanya harus berusaha dan bekerja lebih
keras, mengingat hasilnya nanti biarkanlah yang lebih berkuasa yang
mengaturnya. Saya hanya bagian kecil dari hal kecil yang ada dan biarpun begitu
bukan salah saya jika ingin berharap hal yang terlalu besar bahkan untuk hal
macam kecil seperti saya.
Kita
diciptakan dengan perbedaan yang sederhana namun kompleks. Tak bisakah kita
saling mengerti perasaan satu sama lain dimana nanti akan ada keselarasaan di
ujung keheningan disaat kita mencoba untuk saling menjaga. Mengerti bukan
berarti memberi dan yang saya ingin bukanlah sekedar arti memberi tapi sebuah
wujud dari ketulusan dan kejujuran itulah yang saya hargai. Perasaan ingin dan
ego yang tinggi memaksa saya untuk selalu berkata mengertilah bahwa saya sangat
menyangi mu dan begitu menginginkan mu ada dalam dunia kecil ini. Mengertilah
bahwa tak bisa selamanya saya menyimpan perasaan ini seperti yang selalu kamu
harapkan. Perasaan ini begitu besar dan sudah terlanjur menguasai banyak ruang
dalam hati yang kosong akan kepedulian. Mengertilah bahwa kehadiran mu begitu
berarti untuk jiwa yang penuh derita ini. Mengerti bahwa rasa ini tulus hanya
tertuju untuk mu.