Seperti yang aku tau terlalu banyak
masalah percintaan di dunia ini yang rasanya tak sanggup ku sebutkan satu persatu
apalagi jika kalian ingin lebih tau secara detail tentang satu bagian dari
keseluruhannya yang tak terhingga. Cukup banyak teman ku rasa untuk saat ini.
Cukup banyak yang harus ku ingat dan lebih banyak untuk ku pelajari sendiri.
Entah kenapa mempelajari diri seorang teman terasa menyenangkan bagi ku. Maksud
ku bukan untuk menilai keburukan atau kelemahannya saja, tapi tentu saja
kelebihan di setiap mereka. Aku selalu bahagia memiliki mereka, setidaknya
sampai detik ini aku belum pernah mendengar dengan amat jelas dan amat langsung
pernyataan “aku benci kamu” yang
ditujukan pada ku.. Oke, kembali ke topik utama. Sebenarnya aku ingin sedikit
bercerita tentang masalah percintaan beberapa teman ku yang sekiranya mungkin
ku ketahui dengan cukup detail. Yang pertama dan tetap ku dengar selama satu
tahun terakhir ini setidaknya tentang perbedaaan mendasar, apalagi jika bukan (maaf) Agama. Mungkin aku pernah
menjadi salah satu dari daftar orang yang mendapati kasus seperti ini dalam
kehidupan percintaan. Tapi kali ini aku tak membahas tentang diri ku sendiri, rkesannya
kurang baik dan terlalu berharap bantuan kepada orang lain secara langsung.
Mungkin alangkah baiknya jika mencoba untuk membantu orang lain terlebih dahulu,
jangan jauh-jauh! Cukup mulai dari teman sepermainan saja.
Sebut saja namanya Ayu. Cukup
pasaran memang nama ini, tapi cukup untuk menyatakan secara tersirat siapa
sebenarnya gadis yang sekitar 6 bulan lagi akan berusia 17 tahun. Ayu amat
sangat periang, dia salah satu teman terbaik ku yang tak akan diam bila aku
disakiti atau dicaci (walaupun aku tidak terlalu peduli dengan apa pun yang
orang lakukan padaku). Menurut ku Ayu bukan sekedar gadis periang, tapi juga
dia pandai bergaul dengan siapa saja dan tak pernah memandang mereka begitu
rendah kecuali jika penampilan dan
gaya mereka tak disukainya. Karena
kepandaiannya bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja membuat
Ayu mempunyai banyak teman atau sekedar kenalan dan kesemuanya itu tak hanya di
dunia nyata tapi di dunia maya pun Ayu tetap eksis menjalani kehidupannya
dengan banyak orang yang ia sukai “masuk
kriteria teman baginya”. Alasan mendasar karena punya banyak teman dan ku
rasa cukup berpenglaman dalam menyeleksi sesuai kriterianya sendiri. Ayu juga
bisa menjadi jatuh cinta kepada lawan jenis yang awalnya kenalan dan semakin
lama semakin terasa dekat dengannya. Itu wajar, sekali lagi memang wajar. Usia Ayu sekarang
kira-kira 16 tahun berjalan menuju 17 tahun, itu adalah masa-masa dia menjadi
remaja dan kadang disebut orang sebagai ABG
alias Anak Baru Gede yang sudah
tahu cinta-cintaan. Jadi bukan hal yang tak lazim lagi jika seorang gadis mulai
merasakan jatuh cinta, walaupun ku rasa ini bukan untuk yang pertama kalinya
bagi Ayu. Saat itu Ayu dekat dengan Muhammad (sekali lagi nama disesuaikan dengan gambaran seseorang yang tersirat) yang
3 tahun lebih tua dari pada Ayu. Mereka berkenalan lewat dunia maya yang
sekarang ini bahkan anak-anak SD saja sudah tau dan bisa mengaksesnya dengan
bebas, apa lagi kalau bukan facebook (cukup dan amat lazim terdengar kan?). Dari sanalah semua berasal
dan kedekatan mereka pun mulai memasuki babak baru yang bukan hanya sekedar
teman kenalan dan chatting di social media tapi sudah menjadi dekat yang
kemungkinana besar kea rah pacaran (percintaan).
Dan benar saja, beberapa bulan atau mungkin dibilang sekitar satu tahun lamanya
mereka pun jadian. Butuh waktu cukup lama ternyata bagi mereka untuk saling
mengenal lebih jauh sebelum akhirnya memutuskan suatu tali ikatan baru diantara
mereka. Berbulan-bulan berikutnya cukup lancar dan saat memasuki jenjang
pedidikan baru yaitu SMA, disitulah aku dan Ayu bertemu sebagai teman
seperjuangan hingga saat ini dan setahun kedepan. Jadi untuk sementara bisa
disimpulkan bahwa Ayu jadian dengan Muhammad lumayan jauh sebelum mengenal ku.
Dan mungkin nanti kalian akan mengira aku sebagai biang dari hal terburuk dari
hubungan mereka. Hamper setahun dan akan setahun lamanya hubungan mereka
berjalan. Sehari-harinya Ayu tak pernah henti menceritakan semua hal tentang
Muhammad yang membutnya sungguh sangat tertarik. Mendengar itu aku cukup tahu
bahwa Ayu memang tulus tapi cukup janggal rasanya karena ada perbedaan mendasar
diantara mereka yang ku rasa terlalu sulit untuk disatukan. Ayu, gadis berbadan
imut yang memuja dewa-dewi sebagai manifestasi atau sinar suci Tuhan dengan
segala kepercayaannya yang ku rasa banyak yang berbanding terbalik dengan
keyakinan Muhammad sebagai bagian dari orang-orang yang mengharamkan sesuatu
dan mengatakan bahwa selain mereka adalah kafir. (Maaf sebelumnya jika diantara
kalian tentuya merasa tersinggung. Ketahuilah bahwa ini fakta dan aku tak
mengada-ngada, selain itu kita juga sudah sampai pada tahap serius dalam bacaan
ini. Jadi mohon dengan segala pemahamannya bahwa ini berdasarkan kisah nyata
tanpa otak kreatif oknum tak bertanggung jawab). Sesuatu yang aku sadari dan ku
rasa disadari juga oleh Ayu, tapi aku tetap membiyarkannya sekaligus melihat
perkembangannya. Toh ini masih dalam tahap pacaran kan? Belum seserius itu
untuk melangkah terlalu jauh, lagi pula mereka masih terlalu muda untuk
memikirkan masa depan dan rumah tangga. Beberapa waktu di saat hubungan mereka
dalam masalah aku sungguh tak tega melihat raut wajah gadis yang selama ini
selalu ceria berjalan disamping ku mendadak menjadi lesu dan sedikit berkantong
karena tidak tidur semalaman dan mungkin menghabiskan waktu seharian menangis
di rumah teman dekatnya yang lain selain aku. Aku mencoba untuk memotivasinya
semampu ku karena ketahuilah aku tak secanggih itu untuk bisa mengembalikan
sesuatu yang seharusnya ada. Kalimat yang ku rasa tak seharusnya aku ucapkan
saat berhadapan dengan Ayu yang sedang bersedih akhirnya tanpa sengaja ku
ucapkan dengan blak-blakan. “kalian
harusnya putus sejak lama”. Aku sendiri tak menyangka mengatakan hal yang
selama ini ku tahan, tapi aku tak sanggup melihat Ayu. Maafkan aku. Dari raut
wajahnya Ayu tentu terluka mendengar kalimat yang ku ucapkan, tapi ku rasa ia
cukup tau apa yang ku maksud. Lama setelah itu ku rasa terus saja semakin buruk
walau terdengar baik bagi mereka yang menyukai persatuan tanpa mengenal
perbedaan. Tapi persatuan antara Ayu dan Muhammad ku kira bukanlah hal yang
bagus. Aku yang sekarang masih menjadi teman dekat Ayu walaupun berkeyakinan
sama ataupun tidak dengan Ayu pasti akan memberikan sesautu yang terbaik bagi
teman terbaik yang kau kenal dan dekat dengan mu saat ini. Jadi jangan salahkan
aku walaupun terdengar menyakitkan tapi begitulah yang nyatanya terbaik untuk
mu. Akhirnya hal yang ku tunggu terjadi juga dan sekarang babak barunya setelah
mereka putus adalah move on. Dari artikel yang pernah ku baca dan hal nyata yang
terjadi, aku tahu bahwa laki-laki lebih cepat move on disbanding dengan
perempuan. Satu lagi perbedaan yang harus kalian sadari sebagai perempuan maupun
laki-laki. Menyangkut hal itu baru tadi ku dengar Ayu mulai meminta saran
serius dari ku bagaimana bisa move on lebih cepat sama seperti
aku. Ya, aku juga pernah mengalami hal serupa Ayu dan ku rasa aku sudah cukup move
on dari baying-bayang masa lalu
walau belum sepenuhnya. Yang bisa ku katakana tentulah yang ku lakukan. Jangan sering mengingat-ngingat masa lalu
mu saat bersama dia apalagi sampai membayangkannya. Umumnya perempuan
selalu dihantui oleh masa lalu nya baik itu buruk ataupun indah. Baying masa
lalu selalu mengikuti dan terkadang menghantui seorang wanita seumur hidup
mereka. Ku rasa tak cukup banya diantara mereka yang bisa benar-benar terlepas
dari masa lalu. Cari kesibukan baru. Dari
hal banyak yang ku dapat itu hal yang menurut ku sangat jitu untuk membuat mu
setidaknya sedikit melupakan masalah yang sedang kamu hadapi. Walaupun di awal
percobaan terasa berat sebaiknya terus lawan perasaan itu dan pada akhirnya
pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi dirimu sendiri bahkan orang lain.
Mulailah dari hobi kecil yang mungkin sempat kamu tinggakan. Jangan mengatakan
bahwa hobi mu itu adalah SMS-an atau chatting karena itu akan semakin
memberatkan mu untuk kata move on!. Cara terakhir yang mungkin akan membantu dan butuh pikir panjang mungkin
adala mencari yang baru. Dalam hal
ini tentulah kalian tau apa hal baru itu. Ya, pacar atau pasangan baru.
Walaupun hanya jadi gebetan sementara lumayan juga kan untuk jadi obat pelupa
si-dia yang sudah seharusnya lenyap dari kehidupan mu dan menjadi masa lalu mu.
Tapi ingat pikir-pikir lagi, jaga-jaga kalau kalian masih trauma dengan namanya
cinta. Ku pikir hanya itu saja yang baru sukses ku jalani untuk beberapa saat
ini. Kedepannya semoga semakin mudah dan lancer untuk dijalani.
Dan.. untuk teman baik ku Ayu
(disamarkan) jangan sedih-sedih lagi. Kamu pasti bisa move on, semua butuh
waktu dan waktu tiap orang itu berbeda. Jalanin aja dulu semuanya dengan apa
adanya. Seperti yang pernah kamu bilang “dinikmati aja.. jangan dirasain..”.
Kamu cewek tegar, anggap aja ini jalannya kamu jadi cewek dewasa yang lebih
mantap. Everything’s gonna be okay J