Halaman

Selasa, 30 Juli 2013

CERITA CINTA

Seperti yang aku tau terlalu banyak masalah percintaan di dunia ini yang rasanya tak sanggup ku sebutkan satu persatu apalagi jika kalian ingin lebih tau secara detail tentang satu bagian dari keseluruhannya yang tak terhingga. Cukup banyak teman ku rasa untuk saat ini. Cukup banyak yang harus ku ingat dan lebih banyak untuk ku pelajari sendiri. Entah kenapa mempelajari diri seorang teman terasa menyenangkan bagi ku. Maksud ku bukan untuk menilai keburukan atau kelemahannya saja, tapi tentu saja kelebihan di setiap mereka. Aku selalu bahagia memiliki mereka, setidaknya sampai detik ini aku belum pernah mendengar dengan amat jelas dan amat langsung pernyataan “aku benci kamu” yang ditujukan pada ku.. Oke, kembali ke topik utama. Sebenarnya aku ingin sedikit bercerita tentang masalah percintaan beberapa teman ku yang sekiranya mungkin ku ketahui dengan cukup detail. Yang pertama dan tetap ku dengar selama satu tahun terakhir ini setidaknya tentang perbedaaan mendasar, apalagi jika bukan (maaf) Agama. Mungkin aku pernah menjadi salah satu dari daftar orang yang mendapati kasus seperti ini dalam kehidupan percintaan. Tapi kali ini aku tak membahas tentang diri ku sendiri, rkesannya kurang baik dan terlalu berharap bantuan kepada orang lain secara langsung. Mungkin alangkah baiknya jika mencoba untuk membantu orang lain terlebih dahulu, jangan jauh-jauh! Cukup mulai dari teman sepermainan saja.
Sebut saja namanya Ayu. Cukup pasaran memang nama ini, tapi cukup untuk menyatakan secara tersirat siapa sebenarnya gadis yang sekitar 6 bulan lagi akan berusia 17 tahun. Ayu amat sangat periang, dia salah satu teman terbaik ku yang tak akan diam bila aku disakiti atau dicaci (walaupun aku tidak terlalu peduli dengan apa pun yang orang lakukan padaku). Menurut ku Ayu bukan sekedar gadis periang, tapi juga dia pandai bergaul dengan siapa saja dan tak pernah memandang mereka begitu rendah kecuali jika penampilan dan gaya mereka tak disukainya. Karena kepandaiannya bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja membuat Ayu mempunyai banyak teman atau sekedar kenalan dan kesemuanya itu tak hanya di dunia nyata tapi di dunia maya pun Ayu tetap eksis menjalani kehidupannya dengan banyak orang yang ia sukai “masuk kriteria teman baginya”. Alasan mendasar karena punya banyak teman dan ku rasa cukup berpenglaman dalam menyeleksi sesuai kriterianya sendiri. Ayu juga bisa menjadi jatuh cinta kepada lawan jenis yang awalnya kenalan dan semakin lama semakin terasa dekat dengannya. Itu wajar, sekali lagi memang wajar. Usia Ayu sekarang kira-kira 16 tahun berjalan menuju 17 tahun, itu adalah masa-masa dia menjadi remaja dan kadang disebut orang sebagai ABG alias Anak Baru Gede yang sudah tahu cinta-cintaan. Jadi bukan hal yang tak lazim lagi jika seorang gadis mulai merasakan jatuh cinta, walaupun ku rasa ini bukan untuk yang pertama kalinya bagi Ayu. Saat itu Ayu dekat dengan Muhammad (sekali lagi nama disesuaikan dengan gambaran seseorang yang tersirat) yang 3 tahun lebih tua dari pada Ayu. Mereka berkenalan lewat dunia maya yang sekarang ini bahkan anak-anak SD saja sudah tau dan bisa mengaksesnya dengan bebas, apa lagi kalau bukan facebook (cukup dan amat lazim terdengar kan?). Dari sanalah semua berasal dan kedekatan mereka pun mulai memasuki babak baru yang bukan hanya sekedar teman kenalan dan chatting di social media tapi sudah menjadi dekat yang kemungkinana besar kea rah pacaran (percintaan). Dan benar saja, beberapa bulan atau mungkin dibilang sekitar satu tahun lamanya mereka pun jadian. Butuh waktu cukup lama ternyata bagi mereka untuk saling mengenal lebih jauh sebelum akhirnya memutuskan suatu tali ikatan baru diantara mereka. Berbulan-bulan berikutnya cukup lancar dan saat memasuki jenjang pedidikan baru yaitu SMA, disitulah aku dan Ayu bertemu sebagai teman seperjuangan hingga saat ini dan setahun kedepan. Jadi untuk sementara bisa disimpulkan bahwa Ayu jadian dengan Muhammad lumayan jauh sebelum mengenal ku. Dan mungkin nanti kalian akan mengira aku sebagai biang dari hal terburuk dari hubungan mereka. Hamper setahun dan akan setahun lamanya hubungan mereka berjalan. Sehari-harinya Ayu tak pernah henti menceritakan semua hal tentang Muhammad yang membutnya sungguh sangat tertarik. Mendengar itu aku cukup tahu bahwa Ayu memang tulus tapi cukup janggal rasanya karena ada perbedaan mendasar diantara mereka yang ku rasa terlalu sulit untuk disatukan. Ayu, gadis berbadan imut yang memuja dewa-dewi sebagai manifestasi atau sinar suci Tuhan dengan segala kepercayaannya yang ku rasa banyak yang berbanding terbalik dengan keyakinan Muhammad sebagai bagian dari orang-orang yang mengharamkan sesuatu dan mengatakan bahwa selain mereka adalah kafir. (Maaf sebelumnya jika diantara kalian tentuya merasa tersinggung. Ketahuilah bahwa ini fakta dan aku tak mengada-ngada, selain itu kita juga sudah sampai pada tahap serius dalam bacaan ini. Jadi mohon dengan segala pemahamannya bahwa ini berdasarkan kisah nyata tanpa otak kreatif oknum tak bertanggung jawab). Sesuatu yang aku sadari dan ku rasa disadari juga oleh Ayu, tapi aku tetap membiyarkannya sekaligus melihat perkembangannya. Toh ini masih dalam tahap pacaran kan? Belum seserius itu untuk melangkah terlalu jauh, lagi pula mereka masih terlalu muda untuk memikirkan masa depan dan rumah tangga. Beberapa waktu di saat hubungan mereka dalam masalah aku sungguh tak tega melihat raut wajah gadis yang selama ini selalu ceria berjalan disamping ku mendadak menjadi lesu dan sedikit berkantong karena tidak tidur semalaman dan mungkin menghabiskan waktu seharian menangis di rumah teman dekatnya yang lain selain aku. Aku mencoba untuk memotivasinya semampu ku karena ketahuilah aku tak secanggih itu untuk bisa mengembalikan sesuatu yang seharusnya ada. Kalimat yang ku rasa tak seharusnya aku ucapkan saat berhadapan dengan Ayu yang sedang bersedih akhirnya tanpa sengaja ku ucapkan dengan blak-blakan. “kalian harusnya putus sejak lama”. Aku sendiri tak menyangka mengatakan hal yang selama ini ku tahan, tapi aku tak sanggup melihat Ayu. Maafkan aku. Dari raut wajahnya Ayu tentu terluka mendengar kalimat yang ku ucapkan, tapi ku rasa ia cukup tau apa yang ku maksud. Lama setelah itu ku rasa terus saja semakin buruk walau terdengar baik bagi mereka yang menyukai persatuan tanpa mengenal perbedaan. Tapi persatuan antara Ayu dan Muhammad ku kira bukanlah hal yang bagus. Aku yang sekarang masih menjadi teman dekat Ayu walaupun berkeyakinan sama ataupun tidak dengan Ayu pasti akan memberikan sesautu yang terbaik bagi teman terbaik yang kau kenal dan dekat dengan mu saat ini. Jadi jangan salahkan aku walaupun terdengar menyakitkan tapi begitulah yang nyatanya terbaik untuk mu. Akhirnya hal yang ku tunggu terjadi juga dan sekarang babak barunya setelah mereka putus adalah move on. Dari artikel yang pernah ku baca dan hal nyata yang terjadi, aku tahu bahwa laki-laki lebih cepat move on disbanding dengan perempuan. Satu lagi perbedaan yang harus kalian sadari sebagai perempuan maupun laki-laki. Menyangkut hal itu baru tadi ku dengar Ayu mulai meminta saran serius dari ku bagaimana bisa move on lebih cepat sama seperti aku. Ya, aku juga pernah mengalami hal serupa Ayu dan ku rasa aku sudah cukup move on  dari baying-bayang masa lalu walau belum sepenuhnya. Yang bisa ku katakana tentulah yang ku lakukan. Jangan sering mengingat-ngingat masa lalu mu saat bersama dia apalagi sampai membayangkannya. Umumnya perempuan selalu dihantui oleh masa lalu nya baik itu buruk ataupun indah. Baying masa lalu selalu mengikuti dan terkadang menghantui seorang wanita seumur hidup mereka. Ku rasa tak cukup banya diantara mereka yang bisa benar-benar terlepas dari masa lalu. Cari kesibukan baru. Dari hal banyak yang ku dapat itu hal yang menurut ku sangat jitu untuk membuat mu setidaknya sedikit melupakan masalah yang sedang kamu hadapi. Walaupun di awal percobaan terasa berat sebaiknya terus lawan perasaan itu dan pada akhirnya pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi dirimu sendiri bahkan orang lain. Mulailah dari hobi kecil yang mungkin sempat kamu tinggakan. Jangan mengatakan bahwa hobi mu itu adalah SMS-an atau chatting karena itu akan semakin memberatkan mu untuk kata move on!. Cara terakhir yang mungkin akan membantu dan butuh pikir panjang mungkin adala mencari yang baru. Dalam hal ini tentulah kalian tau apa hal baru itu. Ya, pacar atau pasangan baru. Walaupun hanya jadi gebetan sementara lumayan juga kan untuk jadi obat pelupa si-dia yang sudah seharusnya lenyap dari kehidupan mu dan menjadi masa lalu mu. Tapi ingat pikir-pikir lagi, jaga-jaga kalau kalian masih trauma dengan namanya cinta. Ku pikir hanya itu saja yang baru sukses ku jalani untuk beberapa saat ini. Kedepannya semoga semakin mudah dan lancer untuk dijalani.

Dan.. untuk teman baik ku Ayu (disamarkan) jangan sedih-sedih lagi. Kamu pasti bisa move on, semua butuh waktu dan waktu tiap orang itu berbeda. Jalanin aja dulu semuanya dengan apa adanya. Seperti yang pernah kamu bilang “dinikmati aja.. jangan dirasain..”. Kamu cewek tegar, anggap aja ini jalannya kamu jadi cewek dewasa yang lebih mantap. Everything’s gonna be okay J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar