Serpihan kisah masa lalu ku bersama mu di waktu lalu. Aku dengan
segala kebodohan ku mencoba untuk selalu tegar. Dan kau adalah berlian berharga
yang selalu ingin ku simpan. Lagu-lagu yang ku nyanyikan memang tak seindah
senandung hewan malam di saat turun hujan. Ketahuilah bahwa lagu ku selalu
tulus untuk mu. Cinta ini bertepi pada suatu sudut keliru yang kita biarkan
hingga ombak menerjang karang indah cinta kita. Siapa yang tau? Aku tak pernah
ingin hancur dan terurai bersama ombak yang membuat kita hancur dan terpisah.
Bagaimana dengan mu? Aku selalu ingin mendengar lagu-lagu dan senandung
cintamu. Aku ingin merasakan dan mendengar keheningan bersama suara mu yang
selalu aku rindukan. Kau adalah alasan mengapa aku terus bertahan hidup. Hari
ini dan hari lalu, selalu aku ingat saat terakhir kita bertemu dan bersama. Indah walau sesaat, begitu menyentuh
dan tak bisa terlupakan. Aku dengan segala ingin ku berharap kau selalu
mendampingi ku dan berada di sisi ku. Cinta ini begitu menjerat ku, begitu
mengikat ku, membuat ku tak bisa bergerak sedikit pun untuk sekedar menyadari
mengapa aku jadi secinta ini. Rasa ini sungguh memperbudak ku dan membodohi ku.
Ingin ku lenyapkan tapi tak bisa. Aku sempat merasa bahagia karena ini dan aku
bahagia atas diri mu yang memenangkan ku.
Ku harap engkau tau dan dapat merasakan seberapa besar dan
lebihnya rasa cinta ini meracuni hidup ku dengan lembut dan berjalan pastii
hingga akal sehat ku pun tak dapat berfungsi kaetika kau selalu merajai alam
pikiran dan jiwa bawah sadar ku. Kita awal yang sama, belum ingin dan tak ingin
lagi rasanya untuk merasakan cinta atas duka masa lalu. Tapi siapa yang tau?
Kini inilah yang terjadi, kau dan aku dalam ikatan rasa cinta. Tanpa ada yang
tau kapan habisnya masa kontrak kita.