Halaman

Rabu, 23 Januari 2013

Siapa yang tau?



Serpihan kisah masa lalu ku bersama mu di waktu lalu. Aku dengan segala kebodohan ku mencoba untuk selalu tegar. Dan kau adalah berlian berharga yang selalu ingin ku simpan. Lagu-lagu yang ku nyanyikan memang tak seindah senandung hewan malam di saat turun hujan. Ketahuilah bahwa lagu ku selalu tulus untuk mu. Cinta ini bertepi pada suatu sudut keliru yang kita biarkan hingga ombak menerjang karang indah cinta kita. Siapa yang tau? Aku tak pernah ingin hancur dan terurai bersama ombak yang membuat kita hancur dan terpisah. Bagaimana dengan mu? Aku selalu ingin mendengar lagu-lagu dan senandung cintamu. Aku ingin merasakan dan mendengar keheningan bersama suara mu yang selalu aku rindukan. Kau adalah alasan mengapa aku terus bertahan hidup. Hari ini dan hari lalu, selalu aku ingat saat terakhir kita bertemu dan  bersama. Indah walau sesaat, begitu menyentuh dan tak bisa terlupakan. Aku dengan segala ingin ku berharap kau selalu mendampingi ku dan berada di sisi ku. Cinta ini begitu menjerat ku, begitu mengikat ku, membuat ku tak bisa bergerak sedikit pun untuk sekedar menyadari mengapa aku jadi secinta ini. Rasa ini sungguh memperbudak ku dan membodohi ku. Ingin ku lenyapkan tapi tak bisa. Aku sempat merasa bahagia karena ini dan aku bahagia atas diri mu yang memenangkan ku.

Ku harap engkau tau dan dapat merasakan seberapa besar dan lebihnya rasa cinta ini meracuni hidup ku dengan lembut dan berjalan pastii hingga akal sehat ku pun tak dapat berfungsi kaetika kau selalu merajai alam pikiran dan jiwa bawah sadar ku. Kita awal yang sama, belum ingin dan tak ingin lagi rasanya untuk merasakan cinta atas duka masa lalu. Tapi siapa yang tau? Kini inilah yang terjadi, kau dan aku dalam ikatan rasa cinta. Tanpa ada yang tau kapan habisnya masa kontrak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar