Halaman

Kamis, 07 Februari 2013

Cinta yang tak bisa dimengerti


Cinta, ntah apa artinya dan bagaimana wujudnya yang mampu membutakan segala yang ada, yang mampu melumpuhkan segala yang bisa. Tak bisa diterjemahkan dalam bahasa apapun dan tak bisa dijelaskan dengan ilmu apapun. Itu hanya kiasan belaka yang mampu membelenggu setiap manusia yang mulai dan telah terpengaruh olehnya. Seolah mata batin pun tak mampu melihat hal yang dikatakan ada namun sebenarnya tak ada dalam kenyataan. Bagaimana cara untuk menjelaskan 5 huruf yang dirangkai menjadi satu hingga begitu mendunia sampai Raja Neptunus pun ikut merasakan perasaan yang dinamakan “cinta”. Dewa Zeus pun ternyata tak kalah lemahnya dengan Raja Neptunus untuk ikut merasakan “cinta” hingga akhirnya Hercules pun lahir menjadi pangeran yang diagungkan. Tak kalah mengejutkan, seorang Dewa seperti Hercules pun bahkan sampai dibutakan karena “cinta” dengan seorang gadis manusia yang padahal gadis itu telah berusaha membunuhnya dan hingga akhirnya ia sempat memilih menjadi manusia daripada menjadi dewa demi rasa “cinta” nya kepada gadis manusia tersebut. Lain cerita lagi dari dunia film barat, film romantis yang cukup banyak mempunyai penggemar di seluruh dunia tak terkecuali saya, “TWILIGHT”.  Film yang menceritakan kisah seorang vampire dan gadis manusia yang saling mencintai saat kali pertama mereka bertemu, siapa lagi jika bukan Edward Cullen dan Bella Swan. Edward yang begitu dingin dan perkataannya yang seolah datang dari masa yang berbeda. Lain halnya dengan Bella yang selalu ingin mengetahui kebenaran dan berusaha mencarinya seorang diri. Kehangatan yang begitu romantis setiap kali mereka bersama dan disetiap adegan kissing meraka yang begitu mesra. Pernah mempraktekannya? Ya, ku rasa aku pernah. Maaf, mungkin aku memberi pengaruh buruk. Begitu indahnya kebersamaan antara Edward dan Bella dan juga cinta mereka yang terlarang di keduanya yang bukan makhluk yang sama. Begitu besarnya rasa cinta Bella kepada Edward hingga ia selalu meminta Edward untuk merubahnya menjadi bangsa sepertinya (vampire). Jika dipikir, sebodoh itu kah Bella hingga harus merelakan dirinya menjadi salah satu predator berbahaya di dunia yang bisa melenyapkan setiap jiwa dengan mudahnya. Apa Bella sudah tak mempunyai akal sehat untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk? Begitulah besarnya pengaruh cinta yang bahkan bisa saja lebih berbahaya dari jenis narkoba apa pun yang ada di dunia ini.
Cinta yang merasuki setiap jiwa manusia membuatnya rela melakukan hal apa pun demi rasa cintanya. Bahkan pada Tuhan pun mereka bisa lupa. Ntah racun apa yang diciptkan oleh cinta hingga manusia bisa menjadi segila itu dan serendah itu karena cinta.
Sekarang ku akui bahwa aku pun merasa demikian. Cinta yang awalnya tak bisa ku biyarkan dan ku kubur dengan terlalu mudah untuk tak ku akui. Pada saatnya aku harus akui itu dan hingganya cinta itu terpaksa. Kini cinta itu memaksa ku untuk di akui dan berkuasa atas hidup ku. Kini cinta yang ada dalam diri ku semakin menjerat hati, pikiran, jiwa, jantung, tenaga, dan seluruh hidup ku. Cinta membuat ku semakin tak tentu arah, hingga alasan terakhir yang ku miliki untuk terhindar dari cinta adalah kematian. Semudah itu kah untuk menjemput kematian ku sendiri? Aku tak mengerti apa yang diinginkan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar