Halaman

Rabu, 11 Desember 2013

Mengertilah..

Saya sudah lama disini, berteman dengan sepi dan dengan terpaksa mencintai apa yang saya benci. Tanpa bisa lebih memahami dan mencari arti dari semua ini, saya hanya bisa menangis ditengah kesendirian sepanjang tahun ini. Entah bagaimana caranya saya mengungkapkan perasaan ini, kekecewaan yang begitu mendalam dan kesalahan yang begitu rumit dan kesemuanya bersatu memenuhi tahun ini. Harusnya saya bisa lebih bahagia dengan ketidak hadiran mu, tapi saya terlalu berharap kamu disini untuk memperbaikinya. Sulit bahkan mustahil untuk seorang seperti saya berharap kamu yang begitu berharga untuk hadir ditengah penderitaan gadis kecil yang bermimpi ingin memiliki kebahagian. Benarkah saya salah untuk bisa memohon kepada mu agar kamu mau menemani hidup saya dan menjadi pelangi indah dalam jiwa kecil ini. Sulit, amat sulit. Mengertilah betapa saya menginginkan mu lebih dari yang kamu tahu. Ketahuilah bahwa saya amat menyayangi mu lebih dari sekedar kata yang bisa diungkap oleh bahasa. Rasa ini begitu menyesakkan hingga tak lagi terungkap oleh kata dan bahasa apa pun. Perasaan yang tak bisa disangkal dan tak juga bisa dilupakan membuat saya kian menjerit ingin berusaha menepis tapi percuma. Jiwa yang termakan perasaan bersalah, “tak seharusnya begini bermimpi begitu sakit dan mengharap sesuatu yang terlalui sulit! Sadarlah bahwa dia tak bisa membuat kita bahagia!”. Jeritan batin dan jiwa yang tak hentinya mengingatkan hati, tapi percuma karena semua telah terjadi. Saya tak akan henti berharap hingga waktu itu beranjak dari alam tempat saya diizinkan hidup. Yang saya tahu saya hanya harus berusaha dan bekerja lebih keras, mengingat hasilnya nanti biarkanlah yang lebih berkuasa yang mengaturnya. Saya hanya bagian kecil dari hal kecil yang ada dan biarpun begitu bukan salah saya jika ingin berharap hal yang terlalu besar bahkan untuk hal macam kecil seperti saya.

Kita diciptakan dengan perbedaan yang sederhana namun kompleks. Tak bisakah kita saling mengerti perasaan satu sama lain dimana nanti akan ada keselarasaan di ujung keheningan disaat kita mencoba untuk saling menjaga. Mengerti bukan berarti memberi dan yang saya ingin bukanlah sekedar arti memberi tapi sebuah wujud dari ketulusan dan kejujuran itulah yang saya hargai. Perasaan ingin dan ego yang tinggi memaksa saya untuk selalu berkata mengertilah bahwa saya sangat menyangi mu dan begitu menginginkan mu ada dalam dunia kecil ini. Mengertilah bahwa tak bisa selamanya saya menyimpan perasaan ini seperti yang selalu kamu harapkan. Perasaan ini begitu besar dan sudah terlanjur menguasai banyak ruang dalam hati yang kosong akan kepedulian. Mengertilah bahwa kehadiran mu begitu berarti untuk jiwa yang penuh derita ini. Mengerti bahwa rasa ini tulus hanya tertuju untuk mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar