Halaman

Selasa, 26 November 2013

Kembalilah

Harusnya saya memang kembali ke sini, ke dunia yang tanpa ada batasan apa lagi konflik yang mungkin saja terjadi di dalamnya. Inilah dunia yang tadinya berusaha saya jauhi karena tak sanggup untuk mengingat janji yang harusnya bisa saya tepati dalam waktu dekat ini. Tapi mau bagaimana lagi? Waktu sudah berjalan begitu lama dari waktu yang harusnya  bisa saya manfaatkan untuk hal yang lebih baik. Tak ada yang bisa di salahkan jika sudah begini. Tapi seperti biasa yang mungkin sudah tak perlu ditebak, saya menyalahkan diri saya sendiri. Mau apalagi? Saya tak bisa menyalahkan orang lain begitu saja, saya berpegang teguh bahwa apa yang saya jalani dalam hidup ini adalah berkat karma yang saya bawa sejak lahir dan ada sejak lama dari yang bisa saya ketahui. Bukan maksud saya untuk menyombongkan diri atas apapun yang sudah bisa saya ketahui di dewasa kini. Saya disini hanya menjadi mahkluk hina yang mencoba untuk mengeluarkan suatu hal yang saya sendiri tidak bisa memahami apa itu.
Sesuatu selalu terasa bergejolak dalam hati ini tanpa tahu itu apa dan mengapa bisa terjadi begini, saya hanya bisa diam. Andaikan saya bisa berada pada posisi saya yang dulu dimana tak pernah ada kata sepi rasanya selain ditemani oleh kawan lama yang tak henti mengumbar canda. Tawa yang kami buat memang tak semenggelikan seperti mereka yang mempunyai humor tinggi. Cukup hanya dengan itu saja kami sudah merasa bagai saudara. Kebebasan yang kami rasa amatlah begitu berasa dalam nafas hidup yang rasanya tak tahu akan berakhir dimana. Yang kami percaya kami akan terus bersama hingga nanti nafas kami menemukan tempat terakhir yang ingin mereka jejaki. Kaki yang sejatinya akan meninggalkan jejak yang telah kami lewati, tapi dengan kisah yang kami pahami dan begitu kami nikmat kaki ini tak hanya sekedar menjadi peninggal jejak tapi kaki ini akan menjadi penghantar kami di kebahagiaan terindah kami di penghujung sana.
 Persahabatan yang kata sahabat lebih dari sekedar pacar, istimewa dan begitu berharga. Memang begitu adanya dan memang begitulah yang kami semua jalani. Kami memang masih terlalu dini untuk bisa membagi dan menyimpulkan sendiri. Tapi beginilah kami yang akan terus mencoba dan tak lelah pula untuk membenahinya nanti di saat kemampuan kami terisi kembali dan lebih tangguh lagi. Meski kini semua terasa begitu istimewa tapi tetap saja sisi gelap yang berusaha tak didekati semakin lama kian akan mendekat dan tibanya nanti harus ada cahaya yang menerangi dan membenahi apa yang ada rusak disana.
Sahabat yang tak bisa dibiarkan pergi begitu saja meski ia atau diri ini sendiri yang bersalah. Saya hanya ingin menahan sahabat saya! Harta paling berharga yang menjadi pelengkap dari kesempurnaan karma serta hasilnya di dunia. Sehina apapun dia sekarang, tetap saja kami pernah sama-sama tulus saling memahami. Kami yang senantiasa melangkah bersama memalalui rintangan yang kami sendiri pun tak yakin untuk bisa menyelesaikannya. Ini kami dan tak bisa menjadi dua hanya karena masalah dunia keji yang berusaha memisahkan kami. Uji yang begitu menantang membuat kami dibutakan dari segala keberhasilan perjuangan yang seharusnya kami sadari. Tuhan Maha Tahu siapa saja yang pantas di uji. Saya pemikir dari segala tulisan yang saya buat dan sekarang saya adalah pemikir dari segala pernyataan yang bisa saya nyatakan. “Kita ini manusia kuat kawan, Tuhan mencoba menguji kebersamaan kita dengan hal kecil semacam ini. Kembalilah kawan.. tunjukan pada Tuhan bahwa kita pantas untuk menggenggam bintang besar yang ingin kita miliki. Tunjukan siapa kita!”
Andai .. hanya bisa berandai-andai di depan kaca ini. Tuhan Yang Maha Adil, tunjukan arti dari jejak kami yang sudah lama kami lalui. Hingga kini saya masih menanti sahabat saya kembali meski takut untuk menerima kenyataan dan segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi, saya percaya, saya selalu percaya.. Engkau tak akan member beban lebih dan lebih besar dari kemampuan hamba-Mu ini.


“Saya kangen kamu dan saya tahu kamu tak pernah ingin tahu itu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar